nEed fOr sPeed?
Sebagai seorang anak muda modern dan ngeh akan teknologi khususnya komputer, mendengar kata speed atau kalau orang jawa sering menyebutnya "banter", pasti pikirannya akan langsung menuju ke arena game racing.
Saat ini game-game racing sudah banyak beredar, dari game konsol sampai game untuk pc. Tapi dari sekian banyak game balapan itu, yang paling ngetrend di kalangan gamers adalah game yang punya nama "Butuh kecepatan?" / "Need for Speed".

Dari Need for Speed 1 sampai Need for Speed Most Wanted, tingkat penjualannya sungguh sangat tinggi. Jumlah ini saja belum termasuk penjualan ilegal atau biasa disebut bajakan, penjualan jenis ini malah bisa saja melebihi penjualan resmi. Hal ini dikarenakan harganya yang jauh lebih rendah dibanding harga aslinya yang bisa mencapai puluhan ribu rupiah!.
Namun sungguh ironis bahwa dalam kontennya, game-game jenis ini selain menonjolkan kecepatannya, kebanyakan juga menonjolkan kekerasan dan pornografi.
Misalkan saja di game Need for Speed Most Wanted, disini kita akan disuguhkan bukan saja balapan mobil namun juga permainan melarikan diri dari isilop, - tahu "isilop"? > Polisi maksudnya- dalam adegan ini kita sebagai pemain, akan diajarkan bagaimana cara melawan hukum yang berlaku, selain itu secara tidak sadar kita akan di bimbing untuk membenci polisi, yah walaupun kebanyakan polisi di negara kita ini memang patut untuk dibenci. Tapi hal ini berarti juga kita akan dibimbing untuk membenci sistem hukum dan tatakrama yang berlaku di lingkungan kita.

Selain kekerasan yang ditonjolkan dalam game ini, pornografi juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri dari game ini. Dari Need for Speed Underground 1 sampai Most Wanted, dalam setiap adegannya selalu ada karakter gadis seksi berbalut pakaian ala jalanan Lost Angles, eh... Los Angles. Yah walaupun hal ini dianggap biasa dalam budaya asli pembuat game ini, tapi pemandangan yang "enak" ditonton ini sungguh tidak cocok dengan budaya ketimuran yang masih "sedikit" kental di lingkungan kita. Konsumsi akan "pemandangan" ini akan berdampak buruk terhadap generasi muda, terutama anak-anak yang juga menjadi salah satu konsumen besar dalam industri game.
Akhirnya, walaupun dari game tentang balapan ini kita bisa mendapatkan banyak keuntungan, namun perlu juga disadari bahwa dalam kontentnya game jenis ini masih banyak menonjolkan hal-hal yang masih dianggap tabu untuk masyarakat umum yaitu kriminalitas/kekerasan dan pornografi.
Tapi jangan mengira kalau aku menulis ini jadi dianggap gak suka dan gak bisa memainkan game-game racing ini, coz aku sampai saat ini masih kecanduan dengan Need for Speed Underground. Memang game-game jenis ini banyak mengandung hal-hal yang negatif, namun tetap asyik untuk dimainkan (tapi bukan asyik dengan hal-hal negatifnya loh)


0 Comments:
Post a Comment
<< Home